Jumat, 13 Juni 2008

SIMPAN MOBIL BENSIN

Lantaran bensin sudah terkatrol hingga jadi Rp 6.000 per liter, mau tak mau membuat beberapa pemilik kendaraan berpikir ulang untuk memakai mobilnya secara rutin setiap hari. Sebagian beralih naik kendaraan umum, ada yang berganti haluan untuk naik sepeda motor. Beberapa pengendara yang ingin berubah haluan untuk mengistirahatkan mobilnya, tentu perlu juga mengetahui apa yang dilakukan bila mobil 'istirahat'.
Untuk yang ingin mengubah status mobil dengan bahan bakar bensin menjadi kendaraan khusus weekend atau liburan, relatif tak ada masalah untuk penyimpanan selama 1 minggu atau 2 minggu. "Karena tingkat oksidasi bensin dalam jangka waktu seminggu relatif sedikit. Walaupun tetap disarankan untuk penyimpanan kendaraan dalam kondisi full tank," jelas Saiful, Technical Head Nissan TB. Simatupang, Jaksel.
Malah untuk kendaraan sekarang yang sudah mempunyai teknologi charcoal canister, sifat bensin dan kadar oktan akan lebih awet karena piranti tersebut juga mencegah penguapan bensin. Yang penting tidak ada kebocoran dalam fuel line system, dan pastikan tutup pengisian bahan bakar sudah tertutup rapat.
Pendapat tersebut juga diamini oleh pemilik bengkel umum. "Kalau untuk penyimpanan dalam jangka waktu yang sangat lama, hingga lebih dari 2 bulan. Saya biasa masukkan kapur barus agar kadar air dalam bensin berkurang. Kalau hanya untuk seminggu atau 2 minggu sih sepertinya nggak akan ada masalah untuk bensinnya sendiri," urai Yanuar dari Bengkel Autolite di Yogyakarta.
Jadi kalau memang kondisi mobil sudah fit, tak usah khawatir simpan mobil di garasi nih. Tinggal cuci bersih, poles-poles biar kinclong, terus masukin 'kandang' deh.

Tidak ada komentar: