PT. Indomobil Niaga International (IMNI), ATPM mobil Suzuki tak berhenti dengan Swift, Grand Vitara, SX4 dan Neo Baleno. Untuk mengangkat derajat Suzuki di IMNI sedang mempersiapkan kembali dua mobil kelas atasnya. Yakni SUV dan sedan. "Kita akan memasukkan juga sedan 2.000 cc-an dan SUV 300 cc-an,” ungkap Soebronto Laras, president dorector IMNI.
Suzuki ingin naik kelas, begitu kiranya harapan IMNI di tanah air. Kalau sebelumnya, image Suzuki itu angkot (angkutan perkotaan) lambat laun mulai hilang berkat hadirnya beberapa produk globalnya.
Buktinya sudah mulai nampak. Sejak munculnya Swift (2005) lalu Grand Vitara, SX4, APV, Karimun Estilo, SX4 dan Neo Baleno, citra Suzuki di Indonesia mulai terangkat. Bahkan, rencana lain
Suzuki dalam waktu dekat adalah menghadirkan generasi kedua XL-7 yang dulu pernah hadir di Indonesia. Mobil yang debutnya muncul di New York International Motor Show 2006 ini bakal bermain di segmen full size SUV tujuh penumpang di atas Grand Vitara. XL-7 baru ini dibekali mesin DOHC V6 berkapasitas 3.600 cc. Dapur pacunya itu sanggup menyemburkan tenaga sebesar 252 hp (@ 6.500 rpm) dan torsi 317,1 Nm (@ 2.300 rpm).
Sementara untuk sedan 2.000 cc ke atas yang disebut-sebut Soebronto di atas, masih samar-samar. Pasalnya di jajaran line-up Suzuki di dunia, hanya punya beberapa model sedan bermesin 2.000 cc. Itupun hanya dikeluarkan di benua Amerika. Tepatnya, Suzuki Forenza yang hingga kini masih dipasarkan.
Forenza sebenarnya bukan produk baru, lahir pada 2004. Namun tahun ini, kembali dikeluarkan versi 2008-nya khusus di pasar Amerika. Kalau melihat sejarahnya, sedan ini adalah produk rebadge dari Daewoo Lacetti yang dibuat oleh GM Daewoo.
Sedangkan Lacetti juga menjadi basis dari produk-produk seperti Chevrolet Optra, Chevrolet Nubira, Holden Viva dan sedan lainnya. Forenza mengusung mesin E-TEC II 4 silinder 2.000 cc buatan Holden.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar