Jumat, 13 Juni 2008

UNTUK OLI, WASPADA KALAU LEWAT SEBULAN

Oli merupakan salah satu media pelumasan di mesin dan transmisi. Tanpa oli, jeroan mesin dan transmisi bisa amburadul. Namun ketika mobil lebih banyak ngendon di rumah, apa yang harus dilakukan dan terjadi pada oli ini?
"Kalau jarak diamnya masih dekat, seperti satu minggu tidak ada masalah. Beda kalau diam sudah mencapai di atas satu bulan," ungkap Wisnu Widijoko, High Safety Environment (HSE) manager, PT Petronas Niaga Indonesia (PNI).
Kalau kondisi itu terjadi, oli akan turun semua ke bak penampungan ketika mesin benar-benar tidak running. Namun dengan turunnya oli ke ruang penampungan tak lantas komponen tak ada pelumasannya. Meski, secara teori, tetap ada pelumasan karena ketika komponen tersebut terkena oli, terbentuklah lapisan film pada komponen tersebut. "Jadi tak perlu dikhawatirkan. Namun ketika proses start awal lagi, sebaiknya tunggu beberapa saat, kira-kira 5 menit supaya oli dapat melumasi semua komponen baru mobil dijalankan," tambah Ade Syarif Maulana, Technical Service Executive di perusahaan yang sama.
Perlakuan untuk transmisi relatif sama, bahkan untuk gearbox ini benar-benar tak perlu khawatir. Pasalnya walaupun oli turun semua, masih merendam sebagian komponen yang ada. Sama halnya untuk transmisi otomatis. "Yang perlu diperhatikan adalah rentang waktu penggantian olinya. Harus benar-benar patuh pada aturan yang telah dibuat oleh pabrikan," ungkap Adi Widiyanggodo, kepala bengkel Toyota Kalimalang.

SUZUKI SIAPKAN SUV DAN SEDAN MEWAH

PT. Indomobil Niaga International (IMNI), ATPM mobil Suzuki tak berhenti dengan Swift, Grand Vitara, SX4 dan Neo Baleno. Untuk mengangkat derajat Suzuki di IMNI sedang mempersiapkan kembali dua mobil kelas atasnya. Yakni SUV dan sedan. "Kita akan memasukkan juga sedan 2.000 cc-an dan SUV 300 cc-an,” ungkap Soebronto Laras, president dorector IMNI.
Suzuki ingin naik kelas, begitu kiranya harapan IMNI di tanah air. Kalau sebelumnya, image Suzuki itu angkot (angkutan perkotaan) lambat laun mulai hilang berkat hadirnya beberapa produk globalnya.
Buktinya sudah mulai nampak. Sejak munculnya Swift (2005) lalu Grand Vitara, SX4, APV, Karimun Estilo, SX4 dan Neo Baleno, citra Suzuki di Indonesia mulai terangkat. Bahkan, rencana lain
Suzuki dalam waktu dekat adalah menghadirkan generasi kedua XL-7 yang dulu pernah hadir di Indonesia. Mobil yang debutnya muncul di New York International Motor Show 2006 ini bakal bermain di segmen full size SUV tujuh penumpang di atas Grand Vitara. XL-7 baru ini dibekali mesin DOHC V6 berkapasitas 3.600 cc. Dapur pacunya itu sanggup menyemburkan tenaga sebesar 252 hp (@ 6.500 rpm) dan torsi 317,1 Nm (@ 2.300 rpm).
Sementara untuk sedan 2.000 cc ke atas yang disebut-sebut Soebronto di atas, masih samar-samar. Pasalnya di jajaran line-up Suzuki di dunia, hanya punya beberapa model sedan bermesin 2.000 cc. Itupun hanya dikeluarkan di benua Amerika. Tepatnya, Suzuki Forenza yang hingga kini masih dipasarkan.
Forenza sebenarnya bukan produk baru, lahir pada 2004. Namun tahun ini, kembali dikeluarkan versi 2008-nya khusus di pasar Amerika. Kalau melihat sejarahnya, sedan ini adalah produk rebadge dari Daewoo Lacetti yang dibuat oleh GM Daewoo.
Sedangkan Lacetti juga menjadi basis dari produk-produk seperti Chevrolet Optra, Chevrolet Nubira, Holden Viva dan sedan lainnya. Forenza mengusung mesin E-TEC II 4 silinder 2.000 cc buatan Holden.

SIMPAN MOBIL DIESEL SEBAIKNYA TANGKI FULL

Bagi yang teringat jargon iklan salah satu mobil diesel yang mengatakan Rp 44 ribu sudah sampai Bali. Dengan harga BBM sekarang (solar Rp 5.500 / liter), bisa terbayangkan dengan uang yang sama baru dapat solar 8 liter! Kalau konsumsi solar mobil rata-rata 1:10, maka paling jauh hanya jalan 80 km. Bisa 'hibernasi' nih mobil kesayangan.
Kalau mobil diesel ingin disimpan dulu. Atau hanya ingin dipakai untuk acara liburan Sabtu-Minggu, ada baik sebelum disimpan isi penuh terlebih dahulu tangki kendaraan. "Ini dikarenakan sifat solar yang lebih cepat mengikat air," ujar Joko Kasino, Technical Head PT. Java Motor, ATPM Land Rover. Biasanya gampang terlihat adanya titik-titik air di bibir lubang pengisian atau tutup tangki mobil.
Apabila tangki disimpan dalam kondisi solar tidak penuh atau kurang dari setengah, akan mengakibatkan adanya titik-titik air yang kalau dibiarkan akan mengendap di dalam tangki kendaraan. "Hal tersebut dikarenakan perbedaan suhu di dalam tangki dengan suhu di luar. Sehingga akan terjadi kondensasi atau pengembunan," lanjut pria yang bertugas di Jl. Kramat Raya, Jakpus itu.
Untuk mobil diesel, pada filter solar sudah dilengkapi dengan pompa pembuangan kelebihan air di sistem bahan bakar. Pada indikator dashboard, apabila air sudah melampui batas akan menyala tanda gambar filter dengan riak air.
Untuk membuangnya bisa lewat pompa yang terdapat pada filter tersebut. "Mobil diesel juga sebaiknya tetap dipanasi tiap hari. Paling lama 30 menit juga cukup. Hal ini bertujuan mencegah aki tidak ngedrop," tutur M. Rofii dari bengkel khusus body repair Zenith Motor di Yogyakarta.

SIMPAN MOBIL BENSIN

Lantaran bensin sudah terkatrol hingga jadi Rp 6.000 per liter, mau tak mau membuat beberapa pemilik kendaraan berpikir ulang untuk memakai mobilnya secara rutin setiap hari. Sebagian beralih naik kendaraan umum, ada yang berganti haluan untuk naik sepeda motor. Beberapa pengendara yang ingin berubah haluan untuk mengistirahatkan mobilnya, tentu perlu juga mengetahui apa yang dilakukan bila mobil 'istirahat'.
Untuk yang ingin mengubah status mobil dengan bahan bakar bensin menjadi kendaraan khusus weekend atau liburan, relatif tak ada masalah untuk penyimpanan selama 1 minggu atau 2 minggu. "Karena tingkat oksidasi bensin dalam jangka waktu seminggu relatif sedikit. Walaupun tetap disarankan untuk penyimpanan kendaraan dalam kondisi full tank," jelas Saiful, Technical Head Nissan TB. Simatupang, Jaksel.
Malah untuk kendaraan sekarang yang sudah mempunyai teknologi charcoal canister, sifat bensin dan kadar oktan akan lebih awet karena piranti tersebut juga mencegah penguapan bensin. Yang penting tidak ada kebocoran dalam fuel line system, dan pastikan tutup pengisian bahan bakar sudah tertutup rapat.
Pendapat tersebut juga diamini oleh pemilik bengkel umum. "Kalau untuk penyimpanan dalam jangka waktu yang sangat lama, hingga lebih dari 2 bulan. Saya biasa masukkan kapur barus agar kadar air dalam bensin berkurang. Kalau hanya untuk seminggu atau 2 minggu sih sepertinya nggak akan ada masalah untuk bensinnya sendiri," urai Yanuar dari Bengkel Autolite di Yogyakarta.
Jadi kalau memang kondisi mobil sudah fit, tak usah khawatir simpan mobil di garasi nih. Tinggal cuci bersih, poles-poles biar kinclong, terus masukin 'kandang' deh.