Sabtu, 07 Juni 2008

Ferrari 330 TRI/LM 1962


Menjadi satu-satunya Testa Rossa bennesin 4.000 cc dan mobil balap terakhir bermesin di depan yang dibuat Ferrari. Bodinya digarap Fantuzzi. Mobil ini pernah menjuarai balap mobil Le Mans pada 1962, yang dikemudikan Phil Hill dan Olivier Gendebien.
Testa Rossa adalah seri mobil balap Ferrari yang paling terkenal. Diproduksi pertama kali pada 1957, seri ini meraih gelar di Le Mans pada 1958 dengan pembalap Hill/Gendebien (sasis no. 0728), Frere/Gendebien, TR 59/60 (sasis no. 0772/0774), pada 1961 dengan pembalap Hill/Gendebien, TRI6i (sasis no. 0794) dan pada 1962 dengan pembalap Hill/Gendebien, 330 TRI/LM (sasis no. 0808).
Dari kejuaraan Le Mans, mobil ini kemudian dijual kepada Pedro Rodriguez melalui Luigi Chinetti dari North American Racing Team. Bersama mobil ini, Pedro finish ke-2 pada Canadian Sports Car GP dan posisi ke-4 pada Nassau Trophy. Pada 1963, mobil ini dikemudian Roger Penske pada lomba di Le Mans. Mobil melaju aman di posisi ketiga hingga tengah malam.
Memasuki tikungan antara Mulsanne dan Indianapolis, mesin tiba-tiba meledak dan mobil bertabrakan. Penske mengalami luka ringan tetapi 330 TRI/LM rusak total.
Mobil ini kemudian diperbaiki di Maranello dan bodinya dikerjakan Fantuzzi, mula-mula dijadikan spider tetapi terakhir dibuat unique coupe. Dikirim kembali ke AS pada 1965 dan dijual kepada Hisashi Okada, pengusaha yang tinggal di New York City.
Okada menggunakannya untuk balapan jalan raya selama 9 tahun di NY.
Kemudian dijual kepada Pierre Bardinon, pemilik dealer Mas du Clos. Bodinya dikembalikan lagi seperti sedia kala yang dikerjakan oleh Fantuzzi.

Senin, 02 Juni 2008

ALAT PANTAU EFISIENSI INJAKAN GAS

Pembaca ada pepatah baru nih: Kakimu adalah harimau-mu. Maksudnya salah-salah atur kaki menginjak pedal gas mobil, dipastikan bakal jadi hari-mau yang menggigit dompet. Apalagi menjelang kenaikan BBM begini. Ampun deh!
Terus bagaimana cara membatasi cara main kaki agar bensin enggak boros? Apalagi parameter standar 'injak pedal gas terlalu dalam' bisa berbeda untuk setiap orang. Di samping itu, spesifikasi setiap mesin jelas berbeda sehingga patokan rpm saja kadang tidak cukup. Untung kita punya vakum meter yang bisa memantau gerak kaki menginjak gas agar efisiensi BBM lebih baik.
Beberapa merek sedan terkenal seperti BMW atau Holden, sudah mempersenjatai diri dengan perangkat vakum meter. Maklum, kapasitas mesin merek mobil tadi cukup besar sehingga kalau salah tekan pedal gas, konsumsi bisa langsung boros.
Bagi mobil yang belum dilengkapi vakum meter, bisa pasang sendiri dengan cara membeli vakum meter universal yang banyak dijual bebas. Merek terkenal seperti VDO, Autometer atau Autogauge sudah menyediakar vakum meter. Untuk merek seperti Yazaki (Jepang), malah sudah dilengkapi tabel sebagai indikator untuk menentukan econo drive. 
Gauge yang memiliki tampilan seperti voltmeter-atau oil pressure ini juga dilengkapi jarum sebagai penunjuk kevakuman. Pada saat intake manifold di mesin mengalirkan udara ke ruang bakar, akan terjadi kevakuman yang akan dibaca vakum meter. Nantinya bisa terbaca pada posisi putaran berapa rpm, akan terjadi tingkat efisiensi paling tinggi. Selebihnya tinggal pertahankan kaki kanan untuk tetap menginjak pedal gas dalam posisi tersebut saat menggeber mobil. Niscaya konsumsi BBM bisa menjadi lebih hemat antara 5-10%. Cara pemasangannya juga mudah karena vakum meter yang menggunakan lembaran membran sebagai pengaktif jarum, tinggal dihubungkan ke intake manifold melalui bantuan slang karet, buat cabang tambahan pada intake manifold menggunakan koneksi T, vakum meter langsung bekerja saat mesin hidup.

MENGHILANGKAN KERAK PADA SILINDER HEAD

Tahukah Anda, kepala silinder mobkas sebagai tempat terbakarnya BBM yang masuk ke dalam mesin, harus dirawat secara berkala? Namanya juga pembakaran, pasti akan meninggalkan residu atau kerak sisa pembakaran. Kalau sudah menumpuk, kerja klep tidak maksimal, berbuntut boros BBM.
Jadi tidak hanya setelan klep saja yang mempengaruhi performa mobkas. Kebersihan si klep masuk dan buang juga dijaga. Lazimnya deposit atau kerak sisa pembakaran akan berkumpul di sekitar payung klep. Penumpukkan ini akan mengecilkan jalur masuk dan buang BBM yang slap dibakar.
Deposit yang menyerupai karbon (arang) juga menjadi biang keladi bensin tak sampai ruang bakar. Selain jalur menyempit, arang yang akan menjadi bara api saat mesin hidup akan menjegal BBM yang baru mau masuk ke ruang bakar. Belum sempat masuk ke ruang bakar sudah keburu terbakar di payung klep akibat deposit menyerupai bara api tadi. 
Lantas, bagaimana mobkas mau hemat kalau jumlah bensin yang baru mau masuk sudah disunat atau terbakar secara percuma? Hindari gejala ini dengan membuang deposit atau kerak klep yang berlebihan. Sekarang tak perlu bongkar kepala silinder, cukup dengan memasukkan cairan khusus dari lubang busi, mulut karburator/injektor atau tuang ke dalam tangki bensin. Obat akan bekerja secara otomatis saat mesin hidup normal.
Dari sekian banyak produk yang menawarkan paket kilat 'bersih-bersih cylin-der head', ada yang ampuh dengan sekali jalan, tetapi ada pula yang sifatnya bertahap, tinggal sesuaikan kebutuhan. Namun kalau mau yang kilat bisa gunakan produk seperti DCS Engine Conditioner (Jepang), One Bullshot (Korea) atau Anticarbon buatan Verylube (Ukraina).
Masih banyak produk lainnya yang bisa dipakai untuk bersih-bersih, namun untuk hasil terbaik bisa konsultasikan dengan mekanik atau ahli mesin. 


Selasa, 20 Mei 2008

Ferrari 340/375 MM

Ferrari 340/375 MM merupakan salah satu masterpiece yang pernah diciptakan Ferrari. Hanya diproduksi tiga unit, saat ini tersisa dua. Mesin didesain oleh Aurelio Lampredi. Mesin alumunium V12, 4.100 cc, dengan karbulator 3 Weber 40/IF/4C four barrel, transmisi 4 speed manual, dan dilengkapi dengan limited slip rear axle, sanggup mengeluarkan 340 hp. Karena itu diperlukan pengemudi yang handal untuk mengendarainya.

Mobil bersasis 0322 AM ini selesai dibuat Juni 1953 sebagai 340 MM dan dikirim untuk ikut balap Le Mans di Perancis pada tahun itu juga. Mobil ini juga pernah mengikuti Rheims 12 Hour, sempat memimpin lomba namun didiskualifikasi karena tidak menggunakan lampu pada cuaca gelap.

Ferrari 340 MM kemudian ditingkatkan menjadi 375 MM, kapasitas mesin dinaikkan menjadi 4.500 cc, bodi dimodifikasi untuk meningkatkan aerodinamika, dan sistem pendingin diperbaiki.

Dalam perjalanannya, mobil ini banyak dikendarai oleh pembalap terkenal pada jaman itu, seperti Nino Farina, Mike Hawthorn, dan Marty Christhensen. Pada tahun 1955, Christhensen ingin menjual Ferrari ini tapi tidak ada yang berminat. Ia kemudian mendonasikannya kepada University of Wisconsin, yang pada tahun 1958 dijual kepada John Norsym dari Chicago. Norsym menjualnya lagi kepada George Bell, berpindah-pindah terus sampai pada tahun 2004 dibeli oleh John Sirley. Sirley merestorasi kembali hingga jadi seperti sekarang ini.

Senin, 19 Mei 2008

Mazda CX 7


Mazda telah mengeluarkan SUV terbaru yaitu Mazda CX 7. SUV ini tidak seperti SUV lain yang telah beredar di Indonesia. Selain masuk  secara CBU, CX 7 dilengkapi dengan beragam fitur dan teknologi. Dengan mesin 2.3 L Disi turbo CX 7 mempunyai tenaga 235 HP/5000 rpm dan torsi 350 Nm/2500 rpm, setara dengan RX 8 bukan......
Transmisi mengusung  6 speed-activematic, bisa matik namun bisa bernuansa sport dengan 6 speed manual. Untuk suspensi telah menggunakan MacPherson Struts di depan dan Multi Link di belakang, cukup nyaman dan empuk namun juga handal dalam melibas jalan-jalan off road. SUV ini juga dilengkapi dengan sunroof, CD changer, 9 speaker Bose, setir kulit dengan tombol transmisi. Untuk perlengkapan safety, CX 7 dilengkapi dengan 2 airbag di depan dan 4 airbag samping, keyless entry, immobilizer system, rem cakram di keempat rodanya lengkap dengan ABS dan EBD.